Ya jelas rugi cing. Demo kan biasanya hanya untuk membaca bentuk karya saja sehingga kualitas rekaman yang standart jadi kurang diperhatikan.
Padahal kalo kita langsung bikin album, kita jadi bisa memiliki keuntungan dua kali yakni : sebagai demo ke label sekaligus sebagai barang jualan kita secara indie (syukur-sukur balik modal)
Pengalaman yang sudah-sudah, hal ini sah-sah saja terjadi.
Bukan hanya itu, prestise bahwa kita telah mengeluarkan sebuah album pun secara otomatis telah tercatat dalam sejarah bermusik kita. Belajar dari band-band macam linkin park, limb bizkit, korn dan sebangsanya, mereka tak perduli karyanya itu di angkut sama pihak mayor label atau malah indie. Secara keseluruhan, kalo mau total-totalan , band-band itu produktif sekali dalam membuat album. Eksistensi karyalah yang nomer satu.
Kalo sudah begini, kenapa kita gak langsung menggarap album saja. Seorang kawan musisi mengatakan " membuat demo itu menghabiskan energi yang hasilnya gak jelas , so bikinlah yang pasti-pasti ". Masalah budget produksi album, banyak kok studio yang low budget tapi kualitasnya standart mayor label.
So, mari itung-itungan. Bikin demo atau bikin album ya ?






