BRIPTU NORMAN BERHENTI DAN KELUAR DARI POLRI
Berkali-kali dianggap melakukan pelanggaran disiplin akhirnya Briptu Norman Kamaru " selebritis dadakan" dari kesatuan Brigade Mobile (Brimob) Gorontalo akhirnya gerah juga. Kreatifitasnya mungkin terasa terganggu ketika dia harus mengikuti prosedur melapor setiap ada kegiatan yang terkait bisnis entertainment. Terakhir, dia digeruduk kesatuan intel dan provost ketika sedang shooting salah satu video klip terbarunya produksi Falcon Record akibat beraktifitas diluar dinas tanpa ijin.
Briptu Norman yang pada awal karirnya siap masuk bui, lalu berubah digadang-gadang, kini malah seperti dipersulit mengembangkan niatnya sebagai " polisi selebritis" sehingga dirinya terpaksa memutuskan hengkang sebagai abdi negara meski justru karena dirinya POLRI-lah maka video lipsink "lagu Caiya Caiya" menjadi istimewa di mata masyarakat.
Wajah memelas yang pernah muncul diberbagai tayangan TV ketika nasibnya diujung tanduk hukuman disipin kini berubah tak gentar ketika ditanya media tentang niatnya mundur dari POLRI. " Ya, saya yakin". tegasnya. Gemerlap dunia selebritis yang semu dan sesaat, sepertinya telah membuai laki-laki sekitar 25 tahunan ini. Untuk memuluskan niat, Norman dalam waktu dekat akan langsung ke Mabes Polri guna pengajuan mundur, pensiun dini, minta dipecat atau apalah namanya, yang penting keluar dari Polisi dan langsung jadi artis.
Namun demikian Briptu Norman membantah berbagai opini yang beredar. "Kemunduran saya ini tidak ada hubungannya dengan karir di dunia musik, saya murni mundur karena tidak ingin lagi menjadi anggota Brimob," ujarnya. Namun ketika dikejar lebih jauh kenapa ingin mundur, Briptu Norman seperti tak punya alasan yang kuat dan logis.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam menjelaskan bahwa tidak bisa seorang abdi negara, utamanya anggota Polisi mengambil sikap seperti itu. Alih-alih dipenuhi permintaan mundurnya, Norman justru bisa di pecat dengan tidak hormat.
"Kalau mundur itu ada aturannya, sudah dinas berapa tahun, apa kewajibannya sebagai anggota Polri, alasannnya apa mengundurkan disi harus jelas, kalau alasan enggak jelas belum tentu bisa keluar,"
Tapi sepertinya itu tidak menjadi penting bagi Norman. Mau hormat, mau tidak hormat "yang penting keluar", meski itu akhirnya seperti menjilat ludahnya sendiri karena Norman pernah menegaskan kepada media bahwa dirinya berkomimen tidak akan keluar sebagai anggota POLRI dan cinta terhadap Korps Bhayangkara.







