Apresiasi-Sastra*] (Resensi Film) Sang Pencerah: Sang Proklamir Muhammadiyah, selasa, 7 September, 2010 06:44, Dari: "bujang kumbang" <bujangkumbang@yahoo.co.id>
Sang Pencerah: Sang Proklamir Muhammadiyah
Film ini dimulai dari kelahiran Muhammad Darwis (Ihasan :”Idol”) (nama kecil Ahmad Dahlan) pada tanggal 1 Agustus 1868. Hingga usianya yang ke-15, Ahmad Dahlan kecil sudah menentang Islam yang dibungkus dengan mistik. Dan juga sudah terlihat akan menjadi sosok orang besar.
Maklum di abad ke-18, sebelum kelahirannya di Kauman, Yogyakarta pada saat itu. Islam berdiri di tanah Sultan Hamengku Buwono menganut Islam mistik dan percaya kepada takhayul serta pohon-pohon besar. Walaupun saat itu masyarakatnya sudah melakukan shalat lima waktu. Apalagi kondisi itu tumbuh subur dibawah pimpinan pemimpin Masjid Besar Kauman Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) Besar Kauman . Masjid ini saat itu merupakan masjid yang menjadi pusat agama Islam di wilayah kesultanan Yogyakarta. Karena pemimpin saat ibarat sultan bagi pemeluk Islam.
Di usianya yang ke-15 Muhammad Darwis (sebelum berganti nama menjadi Ahmad Dahlan) adalah seorang anak yang tidak begitu dipedulikan oleh kenakalannya yang sering mengganggu orang-orang yang sedang melakuakn ritual menyembah pohon-pohon besar dengan cara mengambil sesajennya lalu ia berikan kepada masyarakat miskin disekitarnya. Karena Ahmad Dahlan kecil sudah menentang Islam yang dibungkus dengan percaya kepada hal-hal yang mistik. Dalam adegan ini belum terlihat konfilk yang begitu menyedot perhatian. Masih biasa-biasa saja.
Apalagi yang dilakukan Ahmad Dahlan...Cekidot link dibawah ini:
http://www.facebook.com/note.php?saved&¬e_id=434009077907#!/notes/fiyan-arjun/bukan-sekedar-resensi-film-sang-pencerah-sang-proklamir-muhammadiyah/434009077907






